Apa itu Low Code dan bagaimana cara kerjanya

apa itu low code
Low-code development yang memudahkan pengembang aplikasi dalam berinovasi.

Pengertian Low Code

Low Code adalah pendekatan dalam pengembangan aplikasi dengan menggunakan sedikit coding manual, sehingga memungkinkan proses pengembangan aplikasi menjadi lebih mudah dan cepat. Dibandingkan dengan pemrograman tradisional yang semua codingnya dilakukan secara manual, low code dengan menggunakan pendekatan antarmuka berbasis visual yang sederhana yaitu dengan fitur drag-and-drop.

Programmer yang belum mempunyai skill programming yang mumpuni atau orang awam yang tidak mengerti coding pun kini bisa membuat aplikasi. Untuk membangun aplikasi untuk berbagai tujuan, misalnya aplikasi mobile atau aplikasi bisnis. Developer profesional maupun amatir bisa menggunakan untuk mempermudah operasional bisnis, misalnya untuk proses otomasi hingga transformasi digital.

Cara kerja Low Code

low code adalah

Platform low code menyediakan serangkaian tools yang membantu para developer menciptakan aplikasi menggunakan antarmuka berbasis grafis visual. Untuk mendesain dan mengkonfigurasi aplikasi, developer tinggal melakukan drag-and-drop tanpa harus membangun semua infrastruktur dan implementasi kode dari nol. Selain memiliki antarmuka yang modern, juga memiliki kemampuan integrasi data dan logic, sehingga dalam membuat aplikasi, developer tidak harus melalui proses programming dengan menulis ribuan baris kode dan sintaks secara manual.

Komponen

circuit board, circuit, control center-862112.jpg

Sebuah platform low-code pada umumnya mencakup tiga komponen ini:

  1. Integrated Development Environment (IDE) yang bersifat visual, yaitu satu lingkungan untuk menentukan UI, workflow, dan model data untuk aplikasi yang akan dibuat. Jika dibutuhkan, developer bisa menambahkan kode yang ditulis secara manual.
  2. Connector ke berbagai sistem back end atau layanan yang secara otomatis akan menangani struktur, penyimpanan, dan pemanggilan (retrieval) data.
  3. Application Lifecycle Manager berupa tools otomatis untuk membangun, memperbaiki (debug), menyebarkan (deploy), dan memelihara aplikasi di fase testing, staging, dan production.

outsystems memiliki semua hal yang Anda butuhkan untuk membuat aplikasi mobile dan web berkelas enterprise yang modern dan lintas platform. Platform OutSystems juga akan memberikan kemampuan yang akan menyempurnakan struktur tim developer yang sudah ada.

Baca juga : https://bina-tunggal.ac.id/home/

Fitur utama yang ada pada Low Code

feature low code

Visual modelling

Memvisualisasikan komponen-komponen yang dibutuhkan dalam pengembangan aplikasi dengan menggunakan visual modelling., sehingga mudah dimengerti oleh semua orang meski bukanlah seorang developer profesional.

Drag and drop

Fitur drag and drop merupakan fitur yang paling fungsional yang ada. Fitur inilah yang digunakan dalam proses produksi untuk membangun aplikasi. Pengguna dapat menyesuaikan bagaimana kolom data ditampilkan, membuat pengisiannya bersifat wajib atau tidak, dan mengaturnya dapat diedit atau tidakCara menggunakannya sangat mudah dan bisa dilakukan oleh semua orang. Nikmati editor visual dimana semua tipe data dan pemberian namanya dapat diatur dengan mudah dan dimengerti.

Sangat efektif dalam meningkatkan efisiensi, developer dapat menyelesaikan lebih banyak hal dalam waktu yang sama. Karena dapat mempersingkat waktu untuk menciptakan dan membangun aplikasi, serta mempermudah pekerjaan developer. Menarik bukan? Bagaimana, sudah siapkah kamu untuk beralih ke low code?

Pendaftaran mahasiswa baru : https://edunitas.com/educampus/detail/STT-BT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.