Future Of Work sebagai Transformasi Teknologi sekala besar

Feature of work

Future Of Work sebagai Transformasi Teknologi sekala besar mengapa ? Perkembangan yang dimungkinkan oleh berbagai teknologi yang ada termasuk robot dan kecerdasan buatan. Menjanjikan produktivitas yang lebih tinggi, peningkatan efisiensi, keamanan, dan kenyamanan. Namun, teknologi ini juga memunculkan pertanyaan sulit tentang dampak otomatisasi yang lebih luas pada pekerjaan, keterampilan, upah, dan sifat pekerjaan itu sendiri. Aktivitas yang dilakukan pekerja saat ini yang berpotensi untuk diotomatiskan. Situs pencari kerja seperti LinkedIn dan Monster mengubah dan memperluas cara individu mencari pekerjaan dan perusahaan mengidentifikasi dan merekrut bakat. Pekerja independen semakin memilih untuk menawarkan layanan mereka pada platform digital dan dalam prosesnya, menantang ide-ide tentang bagaimana dan di mana pekerjaan dilakukan.

Bagi pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, dan pekerja sendiri, perubahan ini menciptakan ketidakpastian yang cukup besar, di samping potensi manfaatnya. Di bawah ini adalah beberapa dasar fakta pada berbagai tren dan kekuatan tentang future of work yang diambil dari penelitian terbaru oleh McKinsey Global Institute.

Tantangan Future Of Work

Saat ini, dunia pekerjaan, bisnis, dan ekonomi mungkin belum mencapai potensi digitalisasi penuh. Memastikan bahwa keuntungan digital dapat diakses oleh semua dapat memberikan nilai yang signifikan. Tantangan tersebut dapat diatasi dengan mengeksplorasi beberapa ruang solusi misalnya, melalui sistem pendidikan yang berkembang atau dengan mengejar kemitraan publik-swasta untuk merangsang investasi dalam mendukung infrastruktur.

Tranformasi digital

digitization, transformation, hand-4689528.jpg

Bukan rahasia lagi bahwa teknologi memainkan peran besar dalam cara kita bekerja. Namun, perannya kemungkinan besar akan menjadi lebih penting di masa depan. “Transformasi digital” telah hadir, dan banyak bisnis sedang berupaya mengembangkan cara untuk mengubah tenaga kerja mereka untuk memiliki pola pikir digital. Namun jangan panik dulu — transformasi digital bukan tentang mengganti karyawan dengan teknologi, melainkan mendigitalkan proses fungsi tenaga kerja.

Masa lalu telah mengajarkan kita bahwa teknologi memiliki kemampuan luar biasa untuk mendefinisikan kembali efisiensi. Seperti bagaimana beralih dari komputer ke laptop memungkinkan karyawan untuk membawa pekerjaan mereka ke mana saja. Transformasi digital saat ini berpusat pada penyelesaian masalah untuk tim dan bisnis dengan kecepatan yang semakin meningkat.

baca juga https://bina-tunggal.ac.id/2022/01/22/hybrid-learning-sebagai-solusi-belajar-saat-pandemi/

Workplace

future of work

Dengan adanya pandemi ini, sudah hampir 2 tahun kita jarang berinteraksi secara langsung dengan mahasiswa maupun pekerja kita. Banyak mahasiswa/pekerjaan seolah ‘dipaksa’ untuk dilakukan dari rumah, dan semua meeting dilakukan secara virtual. Dulu kita biasanya disebut “bekerja” apabila ada kegiatan “pergi bekerja ke kantor” dan “kembali/pulang dari kantor”. Dengan mindset ini, bekerja direpresentasikan dengan physical space dan place (terbatas pada waktu dan tempat). Saat ini dimana “bekerja” sudah tidak bisa seperti dulu lagi, belajar dan bekerja ditekankan lebih kepada values-nya, dan bukan oleh tempat dan jam bekerjanya. Pegawai (dimanapun dan kapanpun) yang dapat memberikan value.

 Dulu banyak dari kita mengukur performance ataupun produktivitas anggota tim terutama di bagian support dan back office berdasarkan absensi jam masuk dan pulang dan KPI yang mungkin kebanyakan sebatas lagging indicator ataupun shared KPI, seperti tercapainya target .

FoW tidak hanya sebatas bekerja dimana saja kapan saja, namun ketiga aspek tersebut harus dilihat secara komprehensif. Bisa jadi kita harus melakukan reinventing HR dari workforce strategy, talent & performance management perusahaan, kalau memang kita berharap FoW ini benar memberikan added value dan competitive advantage.

Pengambil alihan oleh milenial

people, friends, together-4050698.jpg

Generasi milenial lebih memahami teknologi dan siap bekerja dengan cara baru. Future of work sudah sangat mempengaruhi ke dunia kerja dan Generasi Milenial telah mengubah cara kerja. Saat generasi “Boomer” mulai berhenti bekerja, Millenials mulai mengisi posisi kepemimpinan mantan eksekutif. Pemberian obor ini akan membawa gaya kepemimpinan baru yang menekankan inovasi dan pembelajaran nilai di atas kesempurnaan. Generasi millenial tumbuh di masa di mana teknologi berkembang pesat dan akan membawa tren ini bersama mereka, mendorong peran transformasi digital di masa depan pekerjaan lebih jauh lagi. Mereka memahami pentingnya menyederhanakan proses untuk tim mereka dan dampak teknologi terhadap peningkatan produktivitas.

Daftarkan diri anda : https://edunitas.com/educampus/detail/STT-BT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.